PCM SURANENGGALA AJAK WARGA HIDUPKAN BULAN SYA’BAN SEBAGAI PERSIAPAN RAMADAN 1447 H/2026

Surga– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Suranenggala mengajak seluruh warga persyarikatan dan masyarakat untuk memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai momentum terbaik dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.

Bulan Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri dalam tuntunan Rasulullah ﷺ. Aisyah RA menuturkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam suatu bulan dibandingkan pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memberi perhatian besar pada bulan Sya’ban dengan memperbanyak puasa sunnah. Dalam riwayat lain, Usamah bin Zaid RA bertanya tentang kebiasaan beliau berpuasa di bulan ini. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟ قَالَ:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. an-Nasa’i)

Berdasarkan tuntunan tersebut, PCM Suranenggala mengimbau umat Islam untuk menghidupkan bulan Sya’ban dengan berbagai amalan, dengan pendekatan jam’u wa at-taufiq (kompromi antara dalil-dalil yang tampak berbeda), maka dapat disimpulkan bahwa seorang muslim boleh menjalankan puasa di bulan Sya’ban dengan dua pilihan:

  1. Berpuasa sebulan penuh seperti yang pernah dilakukan Rasulullah (dua atau tiga hari terakhir dilarang berpuasa untuk menghindari 1 Ramadhan)
  2. Khususnya puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah 1447 H/tgl 1,2 dan 3 Februari 2026 M), serta puasa Dawud bagi yang mampu.

Melalui momentum ini, diharapkan warga Muhammadiyah dan masyarakat dapat menjadikan bulan Sya’ban sebagai sarana pemanasan ruhani, agar Ramadan disambut dengan kesiapan iman, ibadah, dan akhlak yang lebih baik.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2025/02/puasa-di-bulan-syaban-antara-yang-bidah-dan-yang-sunah